Latest (41)
Untuk Pengendalian Busuk Pangkal Batang (BSR) Pada Pembibitan Tanaman Kelapa Sawit (Bagian 2 - Habis)
Perlakuan Perbaikan Media Tanah Untuk Mengendalikan Ganoderma dalam Pembibitan Kelapa Sawit
Ganoderma mungkin saja bukan patogen yang sangat agresif. Umumnya orang yakin bahwa tumpukan kayu yang membusuk dimana koloni Ganoderma tumbuh berkembang merupakan sumber inokulum yang menyebabkan terinfeksinya akar dan penurunan daya tahan kelapa sawit. Hal ini menunjukkan mungkin saja jamur ini adalah pathogen yang lemah untuk kelapa sawit yang sehat.
Untuk Pengendalian Busuk Pangkal Batang (BSR) Pada Pembibitan Tanaman Kelapa Sawit
Pendahuluan
Penyakit busuk Pangkal batang (BSR) pada kelapa sawit, yang disebabkan oleh jamur Ganoderma, diakui sebagai penyakit yang sangat serius selama bertahun-tahun dan menyebabkan kerugian ekonomi yang amat parah selama 10-20 tahun terakhir. Kerugian ini cenderung akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Pengendalian yang dapat dilakukan dewasa ini hanyalah sebatas menyingkirkan sisa batang-batang dan tunggul kelapa sawit yang busuk guna menghilangkan sumber inokulum Ganoderma di lapangan terutama untuk penanaman kelapa sawit berikutnya. Penyakit ini diduga menyebar melalui perakaran yang terinfeksi ke perakaran yang lain dimana miselia jamur Ganoderma berkembang. Walaupun sekarang ini tehnik replanting dengan cara clean clearing dianggap paling praktis dalam mengendalikan penyakit BSR dibanding teknik lainnya namun insiden penyakit ini masih tetap tinggi.
Selama penyelenggaraan simposium yang diadakan di IPB International Convention Center pada 2-3 November lalu, PT Mitra Sukses Agrindo (PT MSA) berpartisipasi penuh dalam mengikuti simposium maupun eksebisi yang bertempat di sekitar venue simposium.
PT MSA secara sungguh-sungguh menyerap permasalahan yang timbul dari kekhawatiran para stakeholder yang terlibat dalam industri perkebunan kelapa sawit dan menjadi bagian dari solusi yang mereka hadapi dalam mengatasi ancaman Ganoderma.
Simposium Nasional ini adalah acara pertama di Indonesia yang membahas Ganoderma dari dua perspektif yakni sebagai organisme pengganggu tanaman perkebunan dan kehutanan khususnya kelapa sawit, dan di lain pihak pemanfaatannya sebagai salah satu bahan baku obat tradisional (baca: jamu). Acara ini diselenggarakan pada 2-3 November 2011 di IPB International Convention Center (IICC), Bogor.
“Selamatkan Investasi Perkebunan Kelapa Sawit Anda dengan Bibit Bebas Ganoderma”
Sejak merebaknya penyakit busuk pangkal batang atau dikenal dengan istilah Basal Stem Rot (BSR) pada tanaman kelapa sawit yang disebabkan oleh jamur patogen Ganoderma boninense permintaan bibit sawit yang bebas Ganoderma semakin meningkat. Penyakit BSR yang selama ini diketahui hanya menyerang tanaman sawit tua generasi 3 dan 4 ternyata dewasa ini telah menyerang tanaman sawit generasi 1 pada berbagai tingkat usia. Fakta ini terjadi di Indonesia (Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Bangka, Jambi dan Lampung) dan Malaysia.
Mengenal Pathogen Ganoderma Pada Kelapa Sawit (Volume IV - Habis)
Written byDeteksi dini terhadap penyakit BSR
Diagnosa yang biasa dilakukan untuk mengetahui infeksi yang disebabkan oleh Ganoderma pada tanaman kelapa sawit adalah melalui pengamatan terhadap penampakan daun tombak yang ganda dan adanya basidiomata Ganoderma pada pangkal batang kelapa sawit atau pengamatan terhadap pangkal daun dan perakaran tanaman kelapa sawit di tanah. Namun infeksi secara subklinis dan koloni miselia di dalam tanah dan di sekitarnya sisa-sisa tanaman sangat sulit dideteksi dan diidentifikasi. Apabila ada salah satu tanaman kelapa sawit yang sudah terinfeksi maka segera penyakit ini akan tertularkan ke tanaman terdekat lainnya dengan cara kontak antara akar yang sakit dengan akar yang sehat (Turner, 1965).
Mengenal Pathogen Ganoderma Pada Kelapa Sawit - Volume III
Written byFaktor-faktor yang berperan dalam penyebaran penyakit BSR
Sampai saat ini, faktor-faktor yang cenderung terbukti berpengaruh terhadap berkembangnya penyakit BSR adalah faktor umur tanaman, tanaman sebelumnya, jenis tanah, status nutrisi tanaman dan teknik penanaman kembali. Infeksi yang ditimbulkan oleh Ganoderma patogen secara umum diperkirakan terjadi karena melemahnya daya tahan hidup kelapa sawit. Melalui informasi yang lengkap dan tersedia dewasa ini faktor-faktor tersebut dapat dianalisa dan diminimalisir secara tepat.
Organisme Penyebab BSR
Di Afrika Barat, pada awalnya patogen ini diidentifikasi sebagai G. lucidum Karst (Wakefield, 1920), sedangkan di Nigeria, empat spesies Ganodermatelah diidentifikasi sebagai agen penyebab penyakit BSR, yaitu G. zonatum Muril, G. encidum, G. colossus dan G. applanatum (Pers.ex.SFGray) (NIFOR, 1978). Di Malaysia, pada awalnya penyakit ini diduga juga disebabkan oleh G. lucidum (Thompson, 1931), yaitu spesies jamur yang biasa ditemukan di daerah beriklim sedang dimana umumnya jamur ini menyerang tanaman seperti kelapa, pinang dan anggur. Turner (1981) mencatat bahwa ada 15 jenis Ganoderma dari berbagai belahan dunia yang bersifat patogen yang menimbulkan penyakit BSR, dan ia menganggap bahwa penyakit BSR yang terjadi di suatu daerah tertentu tidak mungkin hanya disebabkan oleh satu jenis spesies jamur.
Pendahuluan
Kelapa sawit, Elaeis guineensis, merupakan tanaman penghasil minyak tertinggi. Seperti tanaman lain, kelapa sawit juga rentan terhadap serangan sejumlah penyakit, salah satu penyakit yang paling penting di kelapa sawit adalah Busuk Pangkal Batang atau Basal Stem Rot (BSR).
Penyakit BSR, yang disebabkan oleh jamur spesies Ganoderma, adalah penyakit yang paling serius pada kelapa sawit khususnya di Malaysia dan Indonesia, sebagai negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia.
Potensi masalah yang dihadapi di perkebunan kelapa sawit ke depan adalah masalah serangan penyakit akibat kesehatan tanah yang semakin menurun. Penyakit yang paling serius menjangkiti pohon kelapa sawit adalah penyakit pangkal batang yang disebabkan oleh serangan jamur Ganoderma boninense. Pohon kelapa sawit yang diserang penyakit ini menyebabkan kerugian hasil dari dua segi, yaitu mengurangi jumlah tandan dan berat buah dan membunuh pohon.
More...
Prospek Pupuk Organik dan Peran Bahan Organik Bagi Kesuburan Tanah
Written byBERITA PUKON DI AWAL TAHUN 2011
Kebijakan penghapusan subsidi pupuk telah mengakibatkan terjadinya kelangkaan pupuk-pupuk an-organik produksi pabrik di lapangan. Hal ini mengharuskan pemerintah melakukan kebijakan melalui pintu terbuka dengan cara menumbuhkembangkan mekanisme pasar bagi pengadaan dan penyaluran pupuk. Kebijakan ini menyebabkan pupuk-pupuk anorganik merk baru beredar di pasaran, baik produk import maupun produk dalam negeri yang mutu dan efektifitasnya banyak yang belum diketahui.
Pukon Mix 600 Kelapa Sawit Semakin Dikenal oleh Kalangan Praktisi Sawit di Jambi
Written bySejak launching Pukon yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 2 September 2010 di Hotel Semagi-Muara Bungo, Jambi, pupuk Organo Hayati Pukon Mix 600 Spesial untuk Kelapa sawit semakin dikenal oleh kalangan pekebun sawit di Jambi, khususnya di wilayah Muara Bungo.
Hal ini terungkap saat kunjungan Tim Pukon pada tanggal 15 Desember 2010 dimana tim diundang oleh Koperasi Tani Makmur, yaitu koperasi petani plasma anak perusahaan Grup Astra yaitu PT Setya Aditya Loka (PT SAL) di Muara Bungo pada acara Temu Wicara dengan para kelompok tani sawit.
Hasil Kunjungan Ke Estate Paninjauan PT Perkebunan Mitra Ogan, Baturaja - Sumatera Selatan
Pukon Mix 600 Nutrisi Khusus Kelapa Sawit telah diujicoba selama dua setengah tahun yaitu sejak April 2008 sampai sekarang di PT Perkebunan Mitra Ogan-Baturaja Sumatera Selatan. Pada tanggal 10 Nopember 2010 Tim Pukon melakukan kunjungan ke Estate Paninjauan, Baturaja pada saat aplikasi Pukon yang kelima, seperti tersaji pada gambar-gambar berikut ini.
Pukon Mix 600 Nutrisi Khusus Kelapa Sawit Di Uji Coba Di Perkebunan Grup Astra Agro Lestari (AAL) PT Kimia Tirta Utama (KTU), Riau
Written byPada bulan Agustus 2010 Pupuk Organo Hayati Pukon Mix 600 Nutrisi Khusus Kelapa Sawit telah diujicobakan di perkebunan kelapa sawit PT Kimia Tirta Utama (KTU) - Grup Astra Agro Lestari (AAL) di provinsi Riau.
