OLEH :

AWANG SUWARNOTO

DEPARTEMEN AGRONOMI, PT MITRA SUKSES AGRINDO

 

Merebaknya penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) pada tanaman kelapa sawit saat ini sudah merata menyerang pada perkebunan kelapa sawit tidak saja di Sumatra, melainkan di daerah-daerah lain di Indonesia seperti Kalimantan, Sulawesi dan Jawa, penyakit ini sudah banyak di temukan, bahkan pada areal-areal perkebunan generasi I sudah banyak ditemukan. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan anggapan sebagian pelaku usaha perkebunan yang mengatakan bahwa serangan penyakit BPB oleh Ganoderma boninense akan menyerang pada areal-areal perkebunan generasi II dan III, tetapi kenyataan yang terjadi saat ini tanaman generasi I sudah banyak terserang BPB yang di sebabkan oleh jamur Ganoderma boninense.

WASPADAI SERANGAN GANODERMA DI MUSIM HUJAN

31 January, 2018 29 January, 2018

Musim hujan telah tiba.  Saat yang ditunggu petani dan pengusaha perkebunan kelapa sawit untuk melakukan pemupukan. Namun demikian petani pun harus waspada, terutama adanya penyakit yang mematikan pada kelapa sawit yang disebabkan oleh jamur Ganoderma, karena Ganoderma menyukai cuaca yang lembab. Di Indonesia, Ganoderma dapat tumbuh pada pH 3-8.5 dengan temperatur optimal 30oC dengan kelembaban tinggi.  Namun Ganoderma dapat terganggu pertumbuhannya pada suhu 15oC dan 35oC, dan tidak dapat tumbuh pada suhu 40oC (Abadi dan Dharmaputra, 1988; Dharmaputra et al., 1993). Jamur  Ganoderma dapat ditemukan dan tersebar di seluruh dunia, tumbuh subur pada tanaman tahunan, termasuk jenis pohon jarum dan palem-paleman. Beberapa spesies Ganoderma adalah jamur pembusuk kayu, beberapa jenis bersifat patogen dan merugikan terhadap tanaman yang bernilai ekonomi tinggi dan tanaman tahunan. Selain pada tanaman kelapa sawit, Ganoderma juga penyebab kebusukan pada akar dan batang pada berbagai tanaman perkebunan lainnya seperti  kelapa, karet, betelnut, teh, kakao, persik dan pir, guarana, anggur dan pohon hutan seperti Acacia, Populus dan Macadamia. Di ekosistem hutan, Ganoderma memiliki peran ekologis dalam proses pemecahan senyawa lignin pada jaringan kayu.

FAKTA: 3 (TIGA) BULAN SETELAH APLIKASI BIOFUNGISIDA NOGAN, POPULASI TRICHODERMA1 MENINGKAT 51.567%2

1 Trichoderma spp. adalah jamur berspora hijau, berperan sebagai musuh alami bagi jamur patogen seperti Ganoderma pada perkebunan kelapa sawit

2 Sampel tanah berasal dari perkebunan kelapa sawit swasta setelah 3 (tiga) bulan  di aplikasikan nogan dengan dosis standar. Diuji di laboratorium IPB (2012)

PERTANYAAN PLANTER

  • - Apakah anda pernah berhitung bahwa selama 1 generasi nilai yang dihasilkan 10 pokok sawit setara dengan biaya replating 1 Ha ?
  • - Berapa persen jumlah pokok sawit Anda mati karena serangan ganas Ganoderma ? 1%, 3%, 5%, 10%, 15% atau bahkan = 20% ?

Apakah cukup berarti angka-angka kematian pokok diatas ?

  • - Apakah masih harus tenang-tenang dengan tidak melakukan sesuatu untuk menekan serangan Ganoderma ?
  • - Apakah Anda telah memberikan biofungisida berbasis Trichoderma tetapi tidak memberikan hasil yang nyata ?

APAKAH ANDA PERNAH TAHU BAHWA :

  • - Kualitas biofungisida bukan hanya ditentukan oleh bahan aktif yang digunakan tetapi sangat dipengaruhi oleh formulasi & material yang digunakan ?
  • - Tanaman sasaran yang di aplikasi sangat menentukan keberhasilan pengendalian Ganoderma secara menyeluruh di dalam kebun Anda

1 Kapasitas Tukar Kation, adalah salah satu sifat kimia tanah yang terkait erat dengan ketersediaan hara bagi tanaman dan menjadi indikator kesuburan tanah.

2 Sampel tanah berasal dari perkebunan kelapa sawit milik swasta yang dipupuk Vermibio Plus selama 4 (empat) semester dosis standar. Di uji di laboratorium Seameo-Biotrop (2014).

PERTANYAAN PLANTER

  • - Apakah Anda tahu berapa persen pupuk kimia diserap oleh tanaman...?
  • - Apakah Anda tahu kalau dosis pupuk kimia terus bertambah untuk mencapai produksi yang sama...?
  • - Apakah Anda setuju nilai pupuk mencapai Rp.60-70 milyar per tahun untuk luas kebun 10.000 ha...?
  • - Apakah Anda tahu kalau cacing tanah sudah hilang dari kebun Anda...?
  • - Apakah Anda tahu kalau kehadiran cacing tanah bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia...?

Cacing tanah adalah mesin penghasil pupuk alami didalam tanah dengan kualitas & kelengkapan nutrisi yang tidak bisa dibandingkan dengan pupuk sintetis; cacing tanah-lah penjaga kesuburan tanah, cacing tanah-lah penjaga kesehatan tanah, cacing tanah-lah penjaga kehidupan ekosistem tanah!

Kalau Anda menginginkan tanah kebun terpelihara dari kerusakan akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dan terus-menerus, maka ambil keputusan yang bijak untuk mensubstitusi sebagian pupuk kimia dengan Pupuk Organo Mineral VERMIBIO PLUS.

PERTANYAAN PLANTER

  • - Apakah anda pernah berhitung bahwa biomasa berupa janjang kosong yang dihasilkan tanaman selama satu generasi adalah sangat fantastis yaitu 1.000.000 ton (luas estate 10.000 Ha) ?
  • - Apakah selama ini janjang kosong tersebut bisa kembali merata ke semua tanaman ?
  • - Apakah anda selama ini mengukur penurunan bahan organik tanah (C-Organik) dari awal pembukaan lahan sampai saat ini ?
  • - Apakah anda tau dampak buruk nya pada saat C-Organik tanah rendah ?

Bagaimana keseimbangan kehidupan mikroba tanah setelah makanan nya semakin berkurang ?

Berapa banyak penurunan efisiensi serapan hara tanaman ?

Berapa banyak eskalasi penyebaran penyakit Ganoderma dll. ?

1 Berdasarkan hasil analisis departemen riset & pengembangan PT Mitra Sukses Agrindo (2016) terhadap volume dan bobot perakaran tanaman jagung

Langkah pertama membangun kebun dimulai dengan membuat BIBIT SAWIT  tidak hanya unggul secara genetis tetapi harus tumbuh SEHAT & JAGUR sebelum ditanam di lapangan.

Logika agronomi mengatakan bahwa TANAMAN yang baik hanya terjadi apabila ditopang dengan AKAR yang baik.

MICORIN adalah konsorsium jamur mikoriza arbuskular dan bakteri rizosfir (bakteri akar tanah) dengan kandungan spora minimal 100 spora/10 g.

Hasil uji lapangan menunjukkan bahwa penggunaan MICORIN meningkatkan volume dan berat perakaran sebesar 77,4% dibandingkan tanpa MICORIN.

Manfaat utama MICORIN adalah mampu melepas fosfor dan menangkap nitrogen dari bahan organik untuk kebutuhan tanaman di samping meningkatkan serapan hara tanaman.

SOLUSI TERBAIK MEMBANGUN AKAR SEHAT HANYA DENGAN MICORIN

Jangan Abaikan Cacing Tanah

31 January, 2018 29 January, 2018

Tulisan dimuat di Harian Medan Bisnis Edisi Senin, 17 Juli 2017  – http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2017/07/17/310626/syarif-bastaman-jangan-abaikan-cacing-tanah/#.WXVozPURWh0.link

Oleh : Syarif Bastaman

Cacing tanah adalah salah satu indikator kesuburan dan kesehatan tanah. Sayangnya, keberadaan hewan yang bermanfaat ini sulit ditemukan akibat penggunaan bahan kimia sintetis yang berlebihan (excessive) di perkebunan kelapa sawit yang membuat rendahnya kandungan C-organik di dalam tanah dan terganggunya ekosistem di dalam tanah.

“Tatkala pupuk urea ditebar, cacing tanah langsung menggelepar-gelepar ke pinggir untuk menyelamatkan diri sampai kemudian mati karena tidak mendapatkan lingkungan yang baik untuk bertahan,” kata Syarif Bastaman, selaku Direktur Riset dan Development PT Mitra Sukses Agrindo.

Dan, penggunaan bahan kimia sintetis dalam bidang pertanian dan perkebunan menurut dia, dimulai sejak tahun 1970-an dan saat itulah mulai terjadi pembantaian cacing tanah.

Padahal cacing tanah adalah sebuah “mesin alami” yang mampu mengalahkan kekuatan mesin konvensional karena cacing tanah tidak pernah berhenti bekerja selama mereka hidup dan tidak pernah kekurangan bahan bakar.

Mikroba Kendalikan Patogen Tular Tanah

31 January, 2018 29 January, 2018

Tulisan dimuat di Harian Medan Bisnis Edisi Senin, 17 Juli 2017 – http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2017/07/17/310627/mikroba-kendalikan-patogen-tular-tanah/#.WXVki0rpsP0.link

Oleh : Henny Hendarjanti

Ganoderma boninense penyebab penyakit busuk pangkal batang (BPB) pada tanaman kelapa sawit merupakan cendawan patogen tular tanah. Keberadaannya dipengaruhi beberapa faktor yang sangat kompleks. Cendawan ini mempunyai kemampuan saprofitik yang sangat tinggi dan parasit fakultatif yang sangat luas. Selain itu, juga memiliki beberapa macam struktur patogen untuk bertahan hidup seperti miselia resisten, basidiospora dan klamidiospora, sehingga tidak kesulitan mendapatkan makanan untuk membangun inokulum yang cukup banyak.

“Karena itulah cendawan ini mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya dan menginfeksi tanaman,” ucap Spesialist Plant Protection Management PT Astra Agro Lestari Henny Hendarjanti kepada MedanBisnis.

Statistik Pengunjung

2225252
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total
327
252
1295
2154
6187
12035
2225252

Perkiraan hari ini
312

Informasi & Pelayanan

icon mitrasuksesagrindo@yahoo.com

icon 0251-834 9528 / 831 2843

icon 0813 737 00279 / 0811 810 699

icon Head Office: Jalan Boulevard Blok TN.2 No.7 Kelapa Gading Jakarta Utara 14240

icon Factory: Jl. KH Soleh Iskandar No.59 Bogor 16166

Distributor Resmi