MEMILIH PRODUK TRICHODERMA YANG TEPAT UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT GANODERMA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

266

OLEH :

AWANG SUWARNOTO

DEPARTEMEN AGRONOMI, PT MITRA SUKSES AGRINDO

 

Merebaknya penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) pada tanaman kelapa sawit saat ini sudah merata menyerang pada perkebunan kelapa sawit tidak saja di Sumatra, melainkan di daerah-daerah lain di Indonesia seperti Kalimantan, Sulawesi dan Jawa, penyakit ini sudah banyak di temukan, bahkan pada areal-areal perkebunan generasi I sudah banyak ditemukan. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan anggapan sebagian pelaku usaha perkebunan yang mengatakan bahwa serangan penyakit BPB oleh Ganoderma boninense akan menyerang pada areal-areal perkebunan generasi II dan III, tetapi kenyataan yang terjadi saat ini tanaman generasi I sudah banyak terserang BPB yang di sebabkan oleh jamur Ganoderma boninense.

 

Hal ini disinyalir kuat sebagai akibat dari penggunaan bahan kimia yang berlebihan dan kurang bijak dalam pengaplikasiannya di perkebunan kelapa sawit padahal kerugian yang ditimbulkan juga tidak bisa dianggap kecil, yaitu bisa mencapai 30 Milyar/tahun/ Estate (Luas 10.000 ha) dengan asumsi serangan 10 pokok per hektar.

Beralih Pada Kekuatan Alam

Berbagai macam cara sudah dilakukan oleh para ahli perkebunan untuk mengatasi permasalahan ini, tetapi karena belum adanya teknologi yang tepat untuk pengendalian penyakit ini. Penggunaan produk-produk hayati sebagai musuh alami penyakit saat ini sudah mulai dilakukan oleh perusahaan besar, kecil bahkan perkebunan rakyat sudah aktif untuk memperbanyak musuh alami penyakit ini dengan melakukan berbagai kegiatan yang bisa mengurangi kemungkinan serangan Ganoderma seperti; penggunaan pupuk yang mulai dikombinasikan antara pupuk kimia dan organik, pengembalian kompos jankos, dan pemberian biofungisida berbahan aktif Trichoderma.

Perbaikan ekosistem tanah―yang disinyalir sebagai penyebab meningkatnya serangan Ganoderma―adalah langkah yang terbaik untuk dilakukan karena pada dasarnya alam telah menyediakan apapun yang kita perlukan, termasuk untuk pengendalian serangan Ganoderma boninense di perkebuanan kelapa sawit.

Ganoderma memiliki musuh alami dari golongan jamur juga yaitu Trichoderma. Dibandingkan Ganoderma, Trichoderma memiliki pertumbuhan spora yang cepat dan agresif. Di alam, sebenarnya Trichoderma sudah ada dan tersedia, tetapi populasinya menurun bahkan habis sebagai akibat dari penggunaan produk-produk kimia yang berlebihan dan tidak bijak. Untuk itu perlu dilakukan manipulasi kultur teknis, salah satunya dengan mengintroduksi Trichoderma yang sudah terseleksi dan memliki virulensi yang tinggi terhadap Ganoderma.

Dari berbagai spesies Thicoderma yang paling banyak dikemukakan memiliki kemampuan mengendalikan penyakit Ganoderma adalah  dari spesies harzianum, viride dan pseudokoningii. Cara kerjanya yaitu dengan menghancurkan dinding sel jamur Ganoderma menggunakan enzim kitinase dan glukanase, menghambat pertumbuhan jamur sasaran menggunakan metabolik sekunder yang bersifat antibiotik, dan juga dengan menguasai dan perebutan ruang tumbuh.

Produk Trichoderma Yang Unggul

Saat ini berbagai macam produk Trichoderma ada dipasaran, bahkan produk impor pun banyak dipasarkan dengan berbagai bentuk dan kemasan. Pada umumnya Trichoderma dijual ada dalam bentuk isolat dan dalam bentuk sudah siap saji dengan formulasi tertentu. Yang konsumen harus ketahui adalah bahwa tidak semua produk Trichoderma mampu mengendalikan Ganoderma baik melalui uji lab atau uji lapang. Dengan demikian sebaiknya konsumen jangan asal membeli apalagi dengan harga yang kadang sangat murah. Konsumen harus teliti apakah produk tersebut sudah teruji, siapa produsennya, sudah berapa tahun berproduksi, berapa besar produksinya dan apakah sudah digunakan oleh perusahaan-perusahaan terpercaya.

Formulasi Produk Trichoderma yang baik dan unggul adalah formulasi menggunakan material carrier yang bernutrisi dengan antibiotika alami, tahan dalam pengiriman dan penyimpanan, dan juga mengandung foodbase serta menggunakan kemasan yang ramah lingkungan. Selain itu Produk Trichoderma yang baik biasanya juga ada penambahan bahan-bahan lain yang menunjang untuk mempercepat recovery tanaman yang terindikasi terserang Ganoderma.

Berapa Jumlah Spora Produk Trichoderma Yang Baik

Pemerintah melalui permentan No.70/permentan/SR.140/10/2011 telah menetapkan jumlah kandungan spora atau colony forming unit (CFU) dalam produk biofungisida/fungisida hayati paling tidak sebanyak 1x10⁵ cfu per gram produk. Jangan terkecoh dengan produk yang menawarkan kandungan lebih tinggi dari itu kecuali isolat murni.

Karena efektifitas produk juga sangat dipengaruhi oleh formulasi dan kandungan bahan pembawa yang digunakan, sebaiknya konsumen berkonsultasi dengan produsen sebelum memutuskan untuk membeli produk hal ini perlu dilakukan agar mendapat penjelasan yang tepat dan benar mengenai formulasi, bahan pembawa serta bahan tambahan, teknik aplikasi, dan penyimpanan agar konsumen bisa mendapatkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan bisa menjawab serta menjadi solusi permasalahan Ganoderma yang dihadapi. Bahkan masa kadaluwarsa juga perlu di pastikan agar tidak terjadi rendahnya kualitas produk akibat kesalahan penyimpanan yang terlalu lama. Umumnya produk Trichoderma yang baik masa kadaluarsanya adalah 6-8 bulan.

Aplikasi dan Dampak Aplikasi

Biofungisida berbahan aktif Trichoderma di prioritaskan untuk tujuan preventif atau menyiapkan pertahanan dan perlindungan tanaman terhadap serangan Ganoderma. Aplikasi sebaiknya dilakukan sejak mulai dari pembibitan baik di pre dan main nursery yang bertujuan agar proteksi terhadap akar tanaman dimulai sejak dini dan memperkecil kemungkinan akar diinfeksi atau dikolonisasi oleh jamur pathogen Ganoderma boninense.

Aplikasi untuk tanaman yg terserang Ganoderma juga perlu dilakukan terutama tanaman yang sudah ada gejala-gejala terserang Ganoderma dengan melakukan tindakan pembedahan dan pembuatan parit isolasi tanaman sakit kemudian di berikan produk berbahan aktif Trichoderma, tindakan ini akan berhasil apabila serangan belum masuk ke jaringan batang sawit.

Untuk kegiatan replanting tanaman, penggunaan Produk berbahan aktif Trichoderma wajib dilakukan untuk memastikan jumlah musuh alami Ganoderma cukup, aplikasinya pada lubang tanam dengan dosis tertentu dan sebaiknya diikuti dengan penggunaan bahan-bahan organik seperti kompos janjang kosong didalam lubang tanam.

Dampak yang diharapkan pasca aplikasi baik di bibitan, lubang tanam, TBM dan tanaman TM adalah terjadinya perbaikan vigor pertumbuhan tanaman, warna daun tanaman hijau segar, daun tombak menurun jumlahnya dan menjadi membuka, produktifitas meningkat karena efektivitas serapan unsur hara menjadi baik, serta menjadikan tanaman tahan terhadap serangan penyakit Ganoderma.

Trichoderma di Produksi Mandiri

Di beberapa daerah khususnya perkebunan rakyat atau petani-petani mandiri sering dijumpai petani diajarkan membuat Trichoderma secara mandiri yang teknologinya diajarkan oleh pemerintah dan pemerhati petani kecil, upaya ini sangat baik, namun perlu pendampingan dan penelitian dari para ahli mikrobiologi.

Produksi Trichoderma di laboratorium yang memadai serta dilakukan oleh orang-orang yang kompeten dan berpengalaman sekalipun masih terdapat kontaminasi, apalagi yang diproduksi secara mandiri, kemungkinan terjadinya kontaminasi sangat tinggi dalam produksinya, sehingga yang terjadi nantinya pada saat aplikasi di lapangan, petani tidak merasakan dampak manfaat dari Trichoderma karena rendahnya kualitas produk Trichoderma yang dibuat. Sebaiknya jika Trichoderma di produksi sendiri harus segera di aplikasikan kelapangan dan pastikan mempunyai daya virulensi tinggi.

Tips Memilih Produk Berbahan Aktif Trichoderma

Untuk mendapatkan Hasil yang maksimal dilapangan ada beberapa Tips yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan membeli produk biofungisida berbahan aktif Trichoderma antara lain:

  1. Pastikan perusahaan produsen produk biofungisida sudah berpengalaman khususnya di perkebunan kelapa sawit.
  2. Formulasinya efektif dan tidak mengundang hama lainnya.
  3. Sudah di gunakan oleh banyak perusahaan berskala nasional diseluruh Indonesia.
  4. Kemampuan kapasitas produksinya besar minimal 18.000 ton/tahun.
  5. Kemasan produknya ramah lingkungan dan tahan dalam pengiriman dan penyimpanan.
  6. Memberikan pelayanan after sales service.

Bogor, Februari 2018

Share

Related items

  • Kelapa Sawit

    Percobaan Pupuk Organo Hayati Pukon V Mix 600 Nutrisi Khusus Kelapa Sawit dilaksanakan di PT Perkebunan Mitra Ogan, Sumatera Selatan. Hasil pengamatan disajikan berikut ini.

    PENGARUH PUPUK ORGANO HAYATI PUKON V MIX 600 KELAPA SAWIT TERHADAP
    BERAT JANJANG RATA-RATA (BJR) (Kg/Tandan), DIBANDING PUPUK KONVENSIONAL
     
    bjr_sawit

    Sumber:Kebun Paninjauan PT Perkebunan Mitra Ogan, Baturaja, Sumsel, 2009 (Diolah)

     

    PENGARUH PUPUK ORGANO HAYATI PUKON V MIX 600 KELAPA SAWIT
    TERHADAP BIAYA PEMUPUKAN (Rp/Ha), DIBANDING PUPUK KONVENSIONAL
    Rp_sawit

    Sumber:Kebun Paninjauan PT Perkebunan Mitra Ogan, Baturaja, Sumsel, 2009 (Diolah)

     

    sawit1

    Demplot komersil Pukon V Mix 600 Sawit di Koperasi Bersama Makmur, PT Hindoli, Sumsel

    sawit2

    Demplot komersil Pukon V Mix 600 Sawit di Kebun Paninjauan PT Perkebunan Mitra Ogan, Sumsel

     sawit3

    Demplot komersil Pukon V Mix 600 Sawit di Namang, Bangka, Bangka Belitung
     

Statistik Pengunjung

2254569
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total
171
196
977
1912
4493
8150
2254569

Perkiraan hari ini
192

Informasi & Pelayanan

icon mitrasuksesagrindo@yahoo.com

icon 0251-834 9528 / 831 2843

icon 0813 737 00279 / 0811 810 699

icon Head Office: Jalan Boulevard Blok TN.2 No.7 Kelapa Gading Jakarta Utara 14240

icon Factory: Jl. KH Soleh Iskandar No.59 Bogor 16166

Distributor Resmi